Bali berbasis pariwisata berkelanjutan mendorong ke kancah Internasional

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah baik itu flora dan faunanya. Dengan kekayaan alam ini Indonesia sangat berpotensi memiliki fasilitas serta layanan. Selain itu, pariwisata merupakan salah satu sector ekonomi yang terkemuka sehingga mendorong banyak Negara untuk menstranformasi perekonomiannya yang berorientasi pada sector pariwisata dan menjadi industri yang andalan untuk memperbesar devisa, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha serta dengan adanya sektor pariwisata, masyarakat dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga angka pengangguran akan semakin berkurang.

       Dalam era globalisasi saat ini, sektor pariwisata saatini telah menjadi salah satu industri terbesar dan berkembang pesat di dunia. Banyak daerah memiliki objek-objek wisata yang digemari dan sering di datangi wisatawan dan Kegiatan pariwisata sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Daerah-daerah tersebut dapat dimaanfaatkan sebagai industry wisata khususnya dalam bidang pariwisata berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang mengundang semua pihak terutama anggota masyarakat untuk mengelola sumber daya dengan cara yang memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan estetika sambil memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam, keanekaragaman hayati dan sistem pendukung penting lainnya. Pengembangan konsep berkelanjutan perlu mempertimbangkan kebutuhan yang wajar secara social dan cultural. Salah satu daerah di yang dapat menerapkan pariwisata ini adalah Bali.

     Bali merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Bali didorong untuk tersertifikasi pariwisata berkelanjutan sebagai syarat menjadi wisata kelas dunia. Bali merupakan daerah yang memilki keunikan tersendiri. Bali terkenal akan pantai yang indah dan adat yang masih kental. Bali terkenal juga dengan berbagai julukan seperti Pulau Dewata, Pulau Seribu Pulau, Bali Dwipa dan lain sebagainya. Bali juga memiliki keindahan alam lainnya seperti gunung berapi, sawah bersusun (terasering), air terjun dan masih banyak lagi. Selain keindahan alam, Bali memiliki keunikan seni yang memiliki ciri khas masing-masing dan berbagai kerajinan tangan dari penduduk lokal yang tentunya dapat menarik perhatian wisatawan dan sebagai sumber penghasilan. Dengan semua kekayaan yang dimiliki oleh Bali, tentunya hal tersebut patut untuk dijaga dan dilestarikan sehingga dapat menurun dari generasi ke generasi. Oleh karena itulah, Bali di dorong sebagai pariwisata berkelanjutan.

       Bali sebagai pariwisata berkelanjutan dapat memberikan pengalaman berkualitas bagi wisatawan yang berkunjung, sekaligus dapat meningkatkan kualitas masyarakat setempat sehingga dapat melindungi dan melestarikan wisata yang ada di daerah tersebut. Pariwisata berkelanjutan dapat mengembangakan kawasan wisata yang ramah lingkungan. Hal ini dapat mendukung program pemerintah dalam mengurangi limbah yang dapat merusak lingkungan. Selain itu, dengan pariwisata berkelanjutan dapat menghindari pencemaran lingkungan. Pembangunan pariwisata berkelanjutan harus dapat menggunakan sumber daya dengan berkelanjutan yang artinya kegiatan-kegiatannya harus menghindari penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui secara berlebihan. Hal ini juga di dukung dengan keterkaitan local dalam tahap perencanaan, pembangunan dan pelaksanaan sehingga pembagian keuntungan yang adil dapat diwujudkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pariwisata harus menjamin bahwa sumber daya alam dan buatan dapat dipelihara dan diperbaiki dengan menggunakan kriteria- kriteria dan standar-standar internasional. Selain itu, masyarakat setempat harus mengawasi atau mengontrol pembangunan agar tidak terjadi pembangunan secara berlebihan dengan ikut terlibat dalam penentuan visi pariwisata, mengidentifikasi suumber-sumber daya yang akan dipelihara dan ditingkatkan , serta mengembangkan tujuan-tujuan dan strategi-strategi untuk pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata. Untuk menarik wisatawan atau untuk meningkatkan minat wisatawan untuk datang berkunjung ke tempat-tempat pariwisata dapat dilakukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut a dalah upaya yang dilakukan pengembangan yang berhubungan dengan pariwisata yang berbasis berkelanjutan. Masyarakat setempat juga harus berpartisipasi dalam mengimplementasikan strategi-strategi yang telah disusun sebelumnya. Selain itu, teknologi juga berperan penting dalam pengembangan sebagai penunjang wisata yang berkelanjutan. Dengan adanya teknologi masyarakat luar lebih cepat mengenal pariwisata yang berkelanjutan sehingga dapat termotivasi untuk ikut melestarikannya. Dengan hal tersebut, dapat menjadikan Bali menjadi kawasan wisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan potensi sebagai wisata kelas dunia yang lebih baik lagi.

Masa Depan Cerah Dengan Mempunyai Perusahaan Tour dan Travel

Pariwisata merupakan industry yang banyak diminati negara untuk dikembangkan dan banyak pula yang bergantung pada industry pariwisata sebagai sumber penghasilan. Salah satu negara yang termasuk adalah Indonesia. Indonesia memiliki potensi besar dalam industry pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sector yang berpotensi sangat besar untuk mendorong perekonomian negara. Industri pariwisata merupakan sektor andalan untuk memperbesar devisa, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan membuat lapangan kerja.

          Saat ini, Perkembangan pariwisata saat ini sudah semakin pesat. Dalam dunia pariwisata terdapat industry pariwisata. Industry pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata. perkembangan industry pariwisata telah meningkat secara signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

    Sector pariwisata menjadi komoditas bisnis yang sangat berpotensi untuk berwirausaha. Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Perkembangan dunia usaha dari waktu ke waktu sangatlah pesat.

     Salah satu industry pariwisata yang dapat dikembangkan adalah Tour and Travel. Travel agent merupakan seseorang atau sekelompok orang yang memiliki peran dalam mengatur atau merencanakan perjalanan/liburan. Sehingga peran agen perjalanan adalah untuk membantu perencanaan, memilih dan mengatur liburan yang memerlukan atau membutuhkan jasa tersebut. Agen perjalanan ini biasanya akan bekerja untuk menganggarkan, menetapkan, menjadwalkan dan mengatur orang yang berencana melakukan perjalanan atau liburan. Travel agent juga akan menawarkan saran tentang kemana harus pergi, tempat tujuan wisata, acara dan kebutuhan suatu perjalanan. Ada beberapa factor sector tour and travel menjadi komoditas bisnis yang dapat menjanjikan yaitu tingkat kebutuhan hiburan masyarakat semakin tinggi, bisnis tour and travel tidak ada matinya karena pariwista menjadi kebutuhan wajib masyarakat, tingkat pemasaran yang luas dan keuntungan yang besar. Adapun perusahaan ini bergerak dibidang perjalanan wisata khususnya di Bali . Perusahaan ini menjual paket-paket tour yang ada di Bali. Bali merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia yang memiliki objek wisata yang memukau. Bali terkenal akan keindahan alamnya,selain itu Bali juga terkenal terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak tempat wisata menarik. Adapun beberapa tempat yang menarik di bali yaitu Pantai Kuta, Pura tanah lot, GWK, Pantai Lovina, Uluwatu, Ubud, kintamani, nusa Penida dll. Selain di Bali perusahaan akan menjual paket ke luar Bali seperti Jawa, Kalimantan dan lain sebagainya.

Ada banyak usaha Travel yang ada di Bali. Namun dari sekian banyak Travel yang ada, kami memberikan jasa yang berbeda dan menarik bagi wisatawan.adapun Metode pemasaran yang dilakukan yaitu denga cara memasarkan langsung, media cetak serta media social sepertifacebook dan Instagram. Adapun strategi pasar yang dilakukan yaitu membuat dan merancangproduk paket tour yang dapat dikembangkan sesuai dengan klien dan berbeda dari paket touryang lain. Dalam pengembangan wilayah pemasaran untuk tahun pertama perkembangan wilayah pemasaran, kami akan akan menawarkan produk ke daerah Kuta, Badung. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dan memasarkan prodiuk kepada masyrakat sekitar area yang ditargertkan. Kegiatan Promosi dilakukan melalui promosi dan marketing yang dilakukan scara berulang-ulang agar semakin dikenal dan menarik klien. Strategi penetapan haga dilakukan sesuai dengan keinginan namun disesuaikan dengan konten dan peraturan pemerintah tentangkenaikan rupiah. Target pasar yang akan dituju adalah para wisatawan baik internasional atau domestic yang ingin berkunjung ke Bali.

       Dalam hal pesaing, tentunya pesaing dalam Tour and Travel sangatlah banyak, akan tetapi perusahaan ini memiliki keunggulan tersendiri dengan kualitas pelayanan yang maksimal sehingga pelanggan puas dan ingin menggunakan jasa travel lagi. Harapannya Tour Travel ini akan diterima di masyarakan dan menjadi alternative dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata. Selain itu, perusahaan juga diharapkan akan berkembang dan menjadi perusahaan yang bisa memuaskan pelanggan.

Berbagai Macam Saran Dari Dampak Revolusi Industri 4.0 Yang Dapat Juga Mempengaruhi Revolusi Pariwisata

    Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.

    Masalahnya, tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot    lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga.

    Di era globalisasi ini, perkembangan pariwisata dunia sangatlah pesat, tentunya Indonesia sebagai Negara yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar tidak ingin kalah dengan Negara lainnya. Saat ini ada tren pengembangan wisata disejumlah negara yang bernama tourism 4.0. Kini banyak negara telah menyiapkan pengembangan tourism 4.0 salah satunya adalah Indonesia. Tourism 4.0 adalah nama untuk tren wisata saat ini dari pemrosesan data besar yang dikumpulkan dari sejumlah besar wisatawan , untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi. Istilah ini berasal dari paradigma baru dalam industri.

     Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.

     Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.

      Mereka pun melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

      Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.

       Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.

       Pemerintah daerah humbahas harus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan. Dengan harapan mampu menyusun strategi kolaborasi dan SOP kreatif yang bertujuan untuk mendatangkan wisatawan ke humbahas.

      Lalu, meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial humbahas akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri. Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di humbahas di blog, web atau minimal didalam media sosialnya. Tentu ini akan sangat baik untuk mempromosikan humbang-hasundutan sendiri kedalam dunia digital.

       Kita pun belajar dari daerah-daerah yang sudah menjadi destinasi di Indonesia, misalnya Bali, Jogja, Solo dan daerah lainnya merupakan bukan sesuatu yang sulit ketika kita akan mencari tempat wisata, akomodasi, kuliner di daerah tersebut. Google telah menyediakannya karena banyak blog dan website yang menceritakan tentang daerah tersebut.

       Saat ini banyak negara telah menyiapkan pengembangan tourism 4.0, diantaranya yang paling sukses adalah Spanyol. Mereka telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utama dengan membangun ekosistem digital, mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-trip yang serba digital.

       Kemenpar pun saat ini sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam sebuah grand strategy. Kuncinya terletak pada pembenahan sumber daya manusia, sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun ini adalah fokus pada SDM. Rakornas Pariwisata I Tahun 2019 diselenggarakan dengan tujuan penguatan SDM pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0 ini mengusung tema besar Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0 Transforming Tourism Human Resources to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era.   Acara yang diikuti 500 peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, industri pariwisata, pemerintah, komunitas, dan media ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senior Manager Deloitte Samrat Bosye, Rektor Universitas Bina Nusantara Harjanto Prabowo, Head of ICT Center of Education Kemendikbud Gogot Suharwoto, serta sejumlah CEO startup digital seperti Bukalapak.com dan Traveloka.com.

      Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0. Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.

       Menurutnya saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah. Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM  kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace.

       Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital.

       Setelah itu, Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata. Salah satunya dengan membuat lomba mengenai pariwisata humbahas, misalnya lomba menulis blog dan membuat vlog yang diperuntukkan untuk umum atau milenial yang berasal dari humbahas yang sedang menuntut ilmu atau bekerja diluar humbahas. Ini tentu hal sederhana namun sangat baik dalam hal promosi dibandingkan dengan membuat even yang memakan banyak dana dan hasilnya tidak maksimal.

       Terakhir pemerintah daerah sebisa mungkin memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dengan menghasilkan inovasi baru juga memaksimalkan teknologi jangka panjang dan memastikan inovasi tepat sasaran dan tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar. Salah satunya mungkin pembuatan aplikasi yang bisa digunakan untuk mempermudah tentang pariwisata humbang hasundutan.

      Akhirnya, pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata yang berada di humbang hasundutan kita harapkan akan semakin maju salah satunya dengan Industri Revolusi 4.0 dengan sinergitas antara milenial dan pemerintah yang harus dimulai dan terus dikembangkan demi perwujutan menuju pariwisata Humbahas Hebat.

Generasi milenial sebagai target Tourism 4.0

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beraneka ragam budaya dan suku. Budaya ini merupakan segala sesuatu yang dilakukan rutin secara turun-temurun dan terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya agar tetap terjaga keaslian dari budaya tersebut. Dengan keanekaragaman budaya dan suku yang dimiliki dapat menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan pariwisata. Untuk mengembangkan pariwisata seiring perkembangan teknologi yang pesat, hal ini dapat menjadikan teknologi sebagai wadah untuk kemajuan pariwisata.

Di era globalisasi ini, perkembangan pariwisata dunia sangatlah pesat, tentunya Indonesia sebagai Negara yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar tidak ingin kalah dengan Negara lainnya. Saat ini ada tren pengembangan wisata disejumlah negara yang bernama tourism 4.0. Kini banyak negara telah menyiapkan pengembangan tourism 4.0 salah satunya adalah Indonesia. Tourism 4.0 adalah nama untuk tren wisata saat ini dari pemrosesan data besar yang dikumpulkan dari sejumlah besar wisatawan , untul menciptakan pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi. Istilah ini berasal dari paradigma baru dalam industri.

Berbagai kemajuan industri 4.0 memungkinkan untuk menambah travel experience sehingga wisatawan dapat memperkaya pengalamannya sehingga dapat meningkatakan produktivitas industri pariwisata. Adapun contoh yang dapat dilakukan dalam kemajuan teknologi 4.0 yaitu ketika wisatawan ingin melakukan check-in di bandara, wisatawan dapat melakukannya sendiri dengan bantuan robotic airport guide/ helper yang dapat membantu wisatawan melakukan proses check-in hingga proses boarding. Sementara jika wisatawan sedang melakukan kunjungan ke suatu objek wisata , wisatawan dapat memanfaatkan teknologi virtual reality via smartphone.

Jadi, revolusi 4.0 ini dapat meningkatakan pengembangan serta kualitas pariwisata yang perlu ditingkatkan mengingat saat ini perilaku wisata sudah mulai berubah. Dahulu mungkin orang akan pergi ke agen wisata konvensional atau sekedar mengambil informasi melalui spanduk, brosur atau media promosi non-digital. Akan tetapi satt ini perilaku wisata sudah cenderung sangat digital dan semakin milenialnya traveler dalam komposisi wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Pilihan wisatawan melalui teknologi pun bisa memudahkan berbagai sisi . Hal ini dapat dilihat dari harga yang relative lebih murah, akses transportasi, akomodasi hingga atraksi wisata yang lebih mudah untuk didapatkan. Generasi milenial adalah target yang tepat guna meningkatkan pariwisata karena kemajuan teknologi sudah mempengaruhi generasi milenial dalam melakukan aktivitas pariwisata. Generasi milenial lebih berani dan lebih senang melakukan perjalanan unik dan mandiri.

Dalam melakukan perjalanan generasi milenial pedomannya adalah internet dan media sosial seperti instagram, facebook dan masih banyak lagi sebagai petunjuk dan refrensi dalam melakukan perjalanan wisata. Mereka cenderung lebih mempercayai informasi dari media tersebut. hal ini juga dapat berdampak untuk meningkatkan promosi pariwisata di suatu daerah karena ketika seorang wisatawan sedang melakukan perjalanan wisata dan mereka mendapat kepuasan dalam melakukan perjalanan wisata, wisatawan tersebut akan membagikan moment mereka di media sosial sehingga dapat menarik wisatawan lainnya untuk berkunjung. Tak heran hal ini mengakibatkan ada beberapa kelompok travelling  banyak terbentuk baik di facebook, instagram maupun media sosial lainnya. Anggotanya bukan hanya yang sudah bertemu langsung melainkan yang tidak pernah bertatap muka namun pernah mengunjungi destinasi yang sama juga ikut bergabung. Mereka akan berbagi cerita dan pengalaman  serta tips dalam melakukan perjalanan wisata. Sehingga wisatawan tersebut secara tidak langsung menjadi promoter pariwisata yang tidak disadari. Di sini terlihat adanya simbiosis mutualisme yang dicapai antara si milenial pemerintah dalam promosi pariwisata yang mendapatkan keuntungan dari perilaku tersebut. Ketika pengalaman dari wisatawan  milenial dapat menjadi inspirasi bagi yang lainnya, hal tersebut merupakan suatu yang membanggakan. Di sisi pemerintah, hal tersebut merupakan hal yang positif karena kaum milenial dapat membantu mempromosikan pariwisata dari suatu daerah. Tentunya pemerintah akan melakukan strategi untuk menarik kaum milenial dengan meningkatkan keautentikan dan originalitas dari pariwisata yang dikemas dalam balutan yang menarik perhatian kaum milenial. Dengan menambah spot-spot yang instagramable tentu mampu meningkatkan daya tarik untuk kaum milenial dan meningkatkan promosi pariwisata dari kaum milenial. Oleh karena itu, generasi milenial adalah konsumen yang potensial dan memiliki peran penting dalam meningkatkan dan memajukan pariwisata.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai